Skip to main content

KOPASSUS, TERLATIH DAN TERUJI.


Sebagaimana motto pasukan komando bahwasanya tak ada pasukan hebat, melainkan yang adalah pasukan yang terlatih. Beratnya latihan seperti menjadi kewajaran yang tak perlu ditawar atau diperdebatkan.
-
Bagi mereka lebih baik bermandikan keringat saat latihan daripada bermandikan darah ketika pertempuran. Disiplin menjadi nafasnya, karena kemampuan tempur yang tinggi menjadi percuma jika tidak ditopang dengan kedisplinan dan ketepatan.
-
Sebagai pasukan khusus, terutama sebagai pasukan komando, kecepatan dan ketepatan dalam melaksanakan operasi adalah prinsip. Sehingga kesiagaan setiap pasukan menjadi penting, karena lazimnya pasukan khusus selalu ditugaskan dalam situasi yang serba mendadak.
-
Sebagaimana pasukan Kopassus ketika dalam penugasan di belantara Papua tahun 1989. -
Operasi ini diawali dengan adanya informasi adanya penyusupan pesawat asing yang memasok senjata dan bantuan untuk GPK (Gerombolan Pengacau Keamanan - sekarang lebih dikenal sebagai OPM).
-
Mendapatkan informasi ini segera dilaksanakan operasi penanganan OPM di perbatasan RI dan Papua Nugini. Operasi ini kemudian bersandikan Dampak 20 yang dilaksanakan oleh prajurit dari satgas Intel Kopassus yang ketika itu dipimpin oleh Letkol. Chb. Harjono.
-
Selanjutnya komandan pasukan menurunkan Tim Kobra yang terdiri atas dua tim. Tim pertama dipimpin oleh Mayor Inf. Sunarko dan tim kedua oleh Lettu Inf Darmawan. Setelah melakukan serangkaian persiapan, pasukan segera melakukan pergerakan. 20 Juli 1989 pukul 12.15 pasukan melakukan operasi mobile udara-mobud.
-
Terjadi kontak senjata antara Tim Kobra dari Kopassus dengan OPM. Sekitar 10 menit kemudian pasukan berhasil menguasai keadaan. Tim Kobra juga berhasil menyita sebuah pesawat Cessna, dokumen-dokumen penting dan beberapa perlengkapan lainnya.
-
Sehari kemudian Tim Kobra juga melakukan penelitian dan observasi, dan ternyata diwilayah itu memang menjadi basis pasukan OPM. Barak-barak juga ditemukan. Diperkirakan barak barak tersebut mampu menampung sekitar satu kompi pasukan.

Pasukan Kopassus memang dikenal memiliki kemampuan tempur yang tinggi, tak heran jika beberapa pasukan khusus dari negara tetangga juga pernah berguru ke Batujajar. -

Seperti halnya pasukan Gerakhas Malaysia yang beberapa perwira menengah dan bintaranya merupakan lulusan Batujajar. Menceritakan bagaimana dirinya harus dihukum oleh pelatih komando karena ketahuan menyembunyikan makanan saat latihan survival di Cilacap. -

Atau seorang pensiunan Gerakhas yang memiliki tiga baret. Yaitu Baret Hijau Royal Marine Commando, Baret Hijau Gerakhas dan Baret Merah Kopassus. Diceritakannya bahwa latihan terberatnya adalah ketika latihan komando di Batujajar. -

Bahkan dirinya masih ingat pada lagu dan yel yel pembakar semangat seperti ‘Bila Apel malam Telah Tiba, Long Mars dan Halo Halo Bandung. -


Artikel : Majalah Baret Merah April 1997, buku Indonesian Special Force.

Comments

Popular posts from this blog

KOPASSUS DAN LORENG DARAH MENGALIR.

Dalam parade dan defile pasukan dalam HUT ABRI (TNI) 5 Oktober 1964, untuk pertama kalinya Menparkoad-RPKAD (sekarang Kopassus) tampil resmi dan memperkenalkan didepan publik dengan menggunakan seragam yang dirancang dengan corak khusus yang kemudian dikenal dengan loreng Darah Mengalir. - Ketika itu prajurit-prajurit Menparkoad tampil menggunakan topi laken loreng dengan corak yang sama dengan seragamnya. Namun topi laken ini urung diberlakukan sebagai bagian dari identitas resmi pasukan ini yang sudah kadung lekat dengan Baret Merah. - Topi laken loreng ini sempat popular ketika digunakan oleh prajurit-prajurit satuan ini ketika terlibat penugasan operasi penumpasan PGRS/ Paraku serta penugasan di Timor Timur pada masa masa awal integrase. - Selain itu, prajurit-prajurit satuan ini pernah juga mengenakan kombinasi baju loreng (Darah Mengalir) dengan celana hijau, dan ketika itu sempat menjadi trend, tidak hanya di lingkungan Baret Merah namun juga merambah di satuan-satuan l...

SAT GULTOR 81 KOPASSUS

S atuan 81/Penanggulangan Teror  atau disingkat  Sat-81/Gultor  adalah satuan di  Kopassus  yang setingkat dengan Grup dan merupakan Prajurit terbaik dari seluruh Prajurit TNI, bermarkas di  Cijantung ,  Jakarta Timur . Kekuatan dari satuan ini tidak dipublikasikan secara umum mengenai jumlah personel maupun jenis persenjataannya yang dimilikinya, semua itu dirahasiakan Dansat-81/Kopassus saat ini dijabat oleh Kolonel Inf Tri Budi Utomo. Mengantisipasi maraknya tindakan pembajakan pesawat terbang era tahun 1970/80-an, Kepala  Badan Intelijen Strategis  (BAIS)  ABRI  Letjen TNI LB Moerdani menetapkan lahirnya sebuah kesatuan baru setingkat detasemen di lingkungan Kopassandha. Pada  30 Juni   1982 , muncullah  Detasemen 81  (Den-81) Kopassandha dengan komandan pertama  Mayor  Inf.  Luhut Binsar Panjaitan  dengan wakil  Kapten  Inf.  Prabowo Subianto . Kedua perwira ter...

Badan Intelijen Strategis (BAIS)

Badan Intelijen Strategis  (disingkat  BAIS TNI ) adalah  organisasi  yang khusus menangani  intelijen   kemiliteran  dan berada di bawah komando Markas Besar  Tentara Nasional Indonesia . [1]  BAIS bertugas untuk menyuplai analisis-analisis intelijen dan strategis yang aktual maupun perkiraan ke depan -biasa disebut jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang- kepada  Panglima TNI  dan  Departemen Pertahanan . Markas BAIS terletak di kawasan  Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan . BAIS berawal dari  Pusat Psikologi Angkatan Darat  (disingkat  PSiAD ) milik Markas Besar Angkatan Darat (MBAD) untuk mengimbangi  Biro Pusat Intelijen  (BPI) di bawah pimpinan  Subandrio , yang banyak menyerap  PKI . Tahun  1986  untuk menjawab tantangan keadaan BIA diubah menjadi  BAIS . Perubahan ini berdampak kepada restrukturisasi organisasi yang harus mampu mencakup dan me...