Foto ini adalah Barisan dari Brigade Wanita dalam peringatan Hari Ibu di Alun Alun Yogyakarta pada 22 Desember 1947.
-
Keberadaan perempuan dalam berbagai front pertempuran sejatinya sangat lazim ketika itu, bahkan jauh sebelum Perang Mempertahankan Kemerdekaan itu berkecamuk. Peranan kaum perempuan dalam berbagai palagan perlawanan bahkan seringkali melebihi keberanian kaum laki-laki.
-
Di front Bekasi, misalnya, ada sekelompok perempuan, anak-anak petani, yang membentuk suatu milisi perlawanan bernama Barisan Srikandi. Mereka terbilang aktif menghadapi tentara-tentara Sekutu dan keberadaannya sempat dicatat oleh sejarawan Robert B. Cribb dalam Gangsters and Revolutionaries: The Jakarta People’s Militia and the Indonesian Revolution 1945-1949.
-
Bahkan untuk mengenang keberanian para srikandi ini, pada 1946, penyair Ismail Marzuki sempat mempersembahkan sebuah lagu yang ia beri judul “Melati di Tapal Batas”.
-
Dalam buku Memenuhi Panggilan Tugas Jilid I: Kenangan Masa Muda, Jenderal (Purn) A.H. Nasution mengisahkan pada suatu pagi di tahun 1946, markasnya di Jalan Kepatihan, Bandung didatangi oleh seorang perempuan muda.
-
“Ia datang dengan menunggang seekor kuda,” kenang A.H. Nasution. Begitu sampai di depan pintu, perempuan yang tak lain adalah Susilowati itu, masuk dan langsung menemui Nasution. Tanpa banyak cakap, ia menyodorkan sebuah bungkusan di atas meja Kepala Staf Panglima Komandemen Jawa Barat itu.
-
Begitu Nasution membukanya, tampak kepala seorang perwira Gurkha lengkap dengan pita-pita tanda kepangkatannya.
-
“Wajahnya simpatik dan nampak ia masih sangat muda namun sayang harus menjadi korban pergolakan politik negeri orang lain yang tak memiliki hubungan apapun dengan negaranya…” ujar Nasution.
-
Sejak itulah Nasution paham akan keberanian para mojang Bandung. Ia tak ragu lagi melibatkan mereka dalam setiap tugas dan pertempuran. -
Susilowati sendiri, kata Nasution, secara sukarela kadang menjadi pengawal Nasution dalam setiap kegiatan komandemen. - “Saya ingat kebiasaan dia jika tengah melakukan pengawalan: duduk tegap di atas kap mobil…” kenang sang Jenderal. -
Artikel yang sama bisa ditemukan dalam buku Orang-Orang di Garis Depan, Segera!!! -
Foto : repro dari arsip.jetengprov.go.id -

Comments
Post a Comment